Intinya semua hal yang dilakukan manusia pasti menggunakan cinta kasih. Dan semua hal yang dilakukan manusia dengan cinta kasih pasti akan indah dan baik adanya.
Selasa, 05 Juni 2012
Manusia dan Cinta Kasih
Manusia adalah salah satu makhluk hidup yang di ciptakan Tuhan paling sempurna sedangkan cinta kasih adalah sarana manusia untuk saling berhubungan dengan sesama manusia. Pada hakikatnya manusia hidup namun tanpa cinta kasih adalah mati. Hubungan manusia dan cinta kasih sudah jelas menurut saya seperti yang tadi saya sebutkan tadi diatas. Karena manusia saling berhubungan, berinteraksi pasti dengan adanya cinta kasih. Contohnya sederhana saja hubungan orang tua dengan anaknya pasti ada cinta kasih di dalamnya karena orang tua mendidik dan merawat anaknya pasti dengan penuh rasa cinta kasih, ya mungkin ada dalam kehidupan saya sendiri atau mungkin juga pembaca artikel ini. Memang terkadang orang tua sangat membatasi apa yang ingin kita lakukan dan itu membuat kita sangat jengkel, namun di balik itu semua pasti ada alasannya mungkin orang tua sudah memikirkan kedepannya bahwa sesuatu hal yang ingin kita lakukan akan menimbulkan masalah atau mungkin membahayakan kita yang mungkin tidak terpikirkan oleh kita sendiri sebagai anaknya. Disitu lah peran cinta kasih muncul. Begitu juga hubungan kita dengan sesama kita dengan teman, sahabat, atau mungkin dengan pasangan kita. Dengan teman atau sahabat kita dapat bercanda, bercengkrama menciptakan suasana hangat pastinya karena adanya cinta kasih. Atau dengan pasangan kita, pastinya kita memilih seseorang untuk menjadi pasangan dalam hidup kita pasti dengan menggunakan cinta kasih.
Selasa, 27 Maret 2012
HUBUNGAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
22OKT
Dalam hubungannya dengan lingkungan, manusia merupakan suatu oganisme hidup (living organism). Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik lingkungan vertikal (genetika, tradisi), horizontal (geografik, fisik, sosial), maupun kesejarahan. Tatkala seoang bayi lahir, ia merasakan perbedaan suhu dan kehilangan energi, dan oleh kaena itu ia menangis, menuntut agar perbedaan itu berkurang dan kehilangan itu tergantikan. Dari sana timbul anggapan dasar bahwa setiap manusia dianugerahi kepekaan (sense) untuk membedakan (sense of discrimination) dan keinginan untuk hidup. Untuk dapat hidup, ia membutuhkan sesuatu. Alat untuk memenuhi kebutuhan itu bersumber dari lingkungan.
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.
Manusia dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, dan hampir semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai
1) penganut kebudayaan,
2) pembawa kebudayaan,
3) manipulator kebudayaan, dan
4) pencipta kebudayaan.
Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender,
Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli.
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.
Manusia dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, dan hampir semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai
1) penganut kebudayaan,
2) pembawa kebudayaan,
3) manipulator kebudayaan, dan
4) pencipta kebudayaan.
Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender,
Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli.
Ø Perubahan Budaya dan kaitan manusia dengan kebudayaan
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur manusia agar sesuai dengannya. Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat, maksudnya saling terikat satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui 3 tahap yaitu:
a. Eksternalisasi, proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui eksternalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia.
b. Obyektivasi, proses dimana masyarakat menjadi realisasi obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia.
c. Internalisasi, proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.
Sumber :
Pengertian, Tujuan, dan Ruang Lingkup IBD
I. Pengertian
Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang di harapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep - konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah - msalah manusia dan kebudayaan.
II. Tujuan
Diharapkan dapat memeberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang telah dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan sehingga daya tangkap, persepsi, dan penalaran mengenai lingkungan budaya manusia dapat menjadi lebih halus dan manusiawi. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
- Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
- Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemansiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
- Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bagnsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat
- menguasahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.
III. Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasa
1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beranekaragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Menilik kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesame, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :
§ Manusia dan cinta kasih
§ Manusia dan Keindahan
§ Manusia dan Penderitaan
§ Manusia dan Keadilan
§ Manusia dan Pandangan hidup
§ Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
§ Manusia dan kegelisahan
§ Manusia dan harapan
Sumber :
Selasa, 20 Desember 2011
Plagiarisme sebagai pelanggaran UU Hak Cipta, Plagiarisme sebagai Pelanggaran Etika
Menurut pendapat saya plagiarisme itu sama dengan pembajakan atau menyalin hasil karya org lain tanpa izin org yang membuat hasil karya tersebut. Setelah itu mengatas namakan dirinya terhadap hasil karya tersebut. Sudah sangat dipastikan itu melanggar UU tentang hak cipta nomor 19 tahun 2002. Dan orang yang melanggar Undang - undang tersebut akan di penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000.
Bagaimana solusinya????
Solusinya menurut saya tidak ada, ya munkin hanya bisa diperkecil tingkat plagiarisme yaitu ada di diri kita masing - masing, kita sadar itu bkan karya kita seharusnya tidak mengatas namakan hasil karya tersebut dengan nama kita. Seharusnya juga hasil karya yg sudah ada itu kita jadikan sebagai tolak ukur dan motivasi buat kita bahwa kita harus membuat yang lebih baik lagi dari hasil karya yang ada. Dengan adanya rasa motivasi dalam diri kita masing - masing saya yakin sedikit demi sedikit orang orang akan berlomba lomba membuat hasil karya sendiri bukan lagi menjiplak hasil karya orang lain.
sumber: - http://buletinlitbang.dephan.go.id/index.asp?vnomor=14&mnorutisi=9
- http://bebas.ui.ac.id/v17/com/ictwatch/data/uu-19-2002-cuplikan.htm
Solusinya menurut saya tidak ada, ya munkin hanya bisa diperkecil tingkat plagiarisme yaitu ada di diri kita masing - masing, kita sadar itu bkan karya kita seharusnya tidak mengatas namakan hasil karya tersebut dengan nama kita. Seharusnya juga hasil karya yg sudah ada itu kita jadikan sebagai tolak ukur dan motivasi buat kita bahwa kita harus membuat yang lebih baik lagi dari hasil karya yang ada. Dengan adanya rasa motivasi dalam diri kita masing - masing saya yakin sedikit demi sedikit orang orang akan berlomba lomba membuat hasil karya sendiri bukan lagi menjiplak hasil karya orang lain.
sumber: - http://buletinlitbang.dephan.go.id/index.asp?vnomor=14&mnorutisi=9
- http://bebas.ui.ac.id/v17/com/ictwatch/data/uu-19-2002-cuplikan.htm
Rabu, 16 November 2011
SEA Games: Indonesia vs Malaysia: Lawan Malaysia, Sejumlah Pemain Diistirahatkan
Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia U-23 Rahmad Darmawan mengisyaratkan akan mengistirahatkan sejumlah pemain saat melawan Malaysia. Meski demikian, kemenangan tetap menjadi target.
Laga melawan Malaysia Kamis besok (17/11/11) memang sudah tidak menentukan lagi karena kedua tim dipastikan mewakili Grup A SEA Games 2011 ke semifinal. Namun kedua tim yang merupakan rival bebuyutan di Asia Tenggara ini masih berebut gengsi sebagai pemuncak klasemen.
“Yang pasti kita akan lakukan rotasi, jumlahnya lihat besok dan siapa yang akan saya turunkan juga lihat besok. Karena saya akan mengkalkulasikan siapa-siapa saja dengan beberapa pertimbangan mengingat beberapa pemain telah memperoleh kartu kuning dan juga ada yang tidak fit,” ungkap pelatih usai latihan, Rabu (16/11/11).
Senin, 14 November 2011
Menurut pendapat anda bagaimana seharusnya hubungan Negara dengan hukum?
Hukum dalam sebuah Negara merupakan suatu tiang penegak untuk terbentuknya suatu Negara yang memiliki norma norma . Dalam kehidupan bermasyarakat sepenuhnya harus dilandasi dengan aturan aturan yang berlaku dan telah ditetapkan .Bayangkan, bila suatu negara tanpa hukum , manusia akan hidup sewenang-wenang dengan keegoisan dan individualismenya. Para penguasanya menjadi bertindak sesukanya , tindakan KKN pasti tidak dapat terhindarkan. Tidak kalah dengan penguasanya, di masyarakatnya pun pasti akan sering terjadi tindakan tindakan kriminal yang merugikan korbannya. Hal ini akan menyebabkan kehancuran sebuah Negara yang tidak memiliki tumpuan atau tiang penegak kesejahteraan. Ada yang menyimpulkan bahwa berdirinya kekuasaan merupakan suatu bentuk dari munculnya hukum. Namun hal ini dapat menimbulkan ketidakadilan bilamana kekuasaannya disalahgunakan dan membuat hukum yang merugikan masyarakatnya.
Menurut pendapat saya seharusnya hubungan negara dengan hukum harus dijadikan sebagai acuan atau landasan. Jika kita taat terhadap hukum maka ksegala kehidupan akan terarah,serta hukum harus ditegakkan terhadap semua masyarakat tidak terkecuali para pejabat pemerintahan ataupun penegak hukum itu sendiri harus taat pada hukum. Dengan adanya hukum kehidupan bangsa akan menjadi makmur dan terarah. Dan kedudukan hukum lebih tinggi dari negara, sebab negara diatur oleh hukum.
(sumber:http://ranjas.blogspot.com/2011/11/bagaimana-seharusnya-hubungan-negara.html)
Rabu, 28 September 2011
Specifikasi Kamera DSLR Canon EOS 1000D
Canon EOS 1000D atau dikenal juga dengan sebutan Digital Rebel XS, adalah kamera digital SLR dengan resolusi 10.1megapixel menggunakan sensor CMOS. Body kamera Canon EOS 1000D terbuat dari plastic khusus dan dilapisi dengan karet pada bagian tertentu, casing bodynya terbuat dari stainless stell. Kamera yang cocok bagi para fotografer pemula.
Berikut Specifikasinya :
10.1 MP CMOS sensor, Up to 3fps, 7-point wide-area AF, EOS Self-Cleaning Image Sensor, 2.5” LCD with Live View mode, Large viewfinder, DIGIC III processor, Picture Styles processing, Compact and lightweight, Compatible with EF/EF-S lenses and EX Speedlites, EF lenses and accessories.
| Max. Resolution | Approx. 10.1 Megapixels (Effective) | ||||||||||||||||||||
| Sensor Size/Type | 22.2 x 14.8mm CMOS | ||||||||||||||||||||
| Lens Packet Type | Canon EF-S 18 - 55mm 1 : 3.5 - 5.6 IS | ||||||||||||||||||||
| Zoom Capability | Maximum Optical Zoom (3.06x at 55mm) with 1.5x - 10x Playback Mode | ||||||||||||||||||||
| Focal Length (35mm Eqv.) | 18 - 55mm (35mm equivalent focal length (APS-C) 29-88mm) | ||||||||||||||||||||
| Max Aperture | F 3.5 ~ 5.6 | ||||||||||||||||||||
| Lens Mount | Yes with Canon EF/EF-S Lens Kit | ||||||||||||||||||||
| Auto Focus | TTL-CT-SIR with a CMOS sensor (7 AF points (f/5.6 cross type at centre)) | ||||||||||||||||||||
| AF-Assist Lamp | Yes | ||||||||||||||||||||
| Image Stabilizer Engine | Yes with Optical Image Stabilizer | ||||||||||||||||||||
| Macro (Min. Distance) | 0.28 m Closest focusing distance | ||||||||||||||||||||
| LCD Display | 2.5'' TFT, approx. 230,000 dots (Coverage Approx. 100%) - With Live View Functions | ||||||||||||||||||||
| Viewfinder | Yes with Eye-level pentamirror (Coverage Approx. 95%) | ||||||||||||||||||||
| Exposure Control | TTL Full Aperture Metering with 35-zone SPC | ||||||||||||||||||||
| Shutter | Electronically-controlled, focal-plane shutter (speed 30 - 1/4000 sec) | ||||||||||||||||||||
| Built In Flash | Yes (Up to 17mm focal length (35mm equivalent: 27mm)) | ||||||||||||||||||||
| External Flash Support | Yes with E-TTL II with EX series Speedlites, wireless multi-flash support | ||||||||||||||||||||
| Manual Control | Yes | ||||||||||||||||||||
| ISO Sensitivity | AUTO (100-800), 100 - 1600 (in 1-stop increments) | ||||||||||||||||||||
| Movie Mode Support | No | ||||||||||||||||||||
| Video Out | Yes with PAL / NTSC (User Selectable) | ||||||||||||||||||||
| RAW Mode | Yes with Approx. 9,8 MB (3888 x 2592 pixels) | ||||||||||||||||||||
| PictBridge Support | Yes | ||||||||||||||||||||
| External Storage Type | SD Card, SDHC Card Slot | ||||||||||||||||||||
| Battery Type | 1 x Rechargeable Li-ion Battery LP-E5 | ||||||||||||||||||||
| Dimension (WHD) | (126.1 x 97.5 x 61.9) mm | ||||||||||||||||||||
| Weight | Approx. 450 gram (Body Only) | ||||||||||||||||||||
| Manufacturer website | http://www.canon.com/eos-d/ |
Langganan:
Postingan (Atom)

